-
artikel terbaru
Category: Kumpulan Puisi
Sebuah Cerpen “Pelukan Napas Senja”
Pelukan Napas Senja
oleh: Gallang Riang Gempita
Angin menghembuskan dirinya melewati beberapa batang dedaunan kekuningan yang mulai meranggas. membawa dingin bersamanya; dan beberapa butir air hujan. hujan tidak turun dengan deras hari ini, hanya setitik-setitik dengan frekuensi renggang. angin kembali bertiup dan membuat beberapa helai daun pule jatuh di pangkuanku. aku mengigit bibirku; gugur, persis hatiku.
matahari bersinar redup jauh dibalik awan kelabu tak bersahabat. biasanya aku suka awan kelabu, namun hari ini, awan itu terlihat mengerikan. sumpek. buruk. dan kuharap tidak membawa kabar buruk lain untukku. tidak ada kehangatan di sini; baik di luar maupun di dalam tubuhku. semuanya dingin dan beku. ada yang hancur di sini; di dalam rusukku. koyak. tercabik. musnah. menyerangku dengan rasa sakit yang lembut; memberikanku sebuah rasa tak terdefinisikan dan mengerikan oleh lembutnya.
ROMANTIKA TARIAN CINTA
aku berdiri menatapmu semu
dibalik celah bilik siluet
dari cahaya samar bulan
seolah mengajakmu menari
dalam kisah romantika modern
petikan gitar klasik
derai ombak bibir pantai
dan suara sepoi angin laut
menambah syahdu tarian cinta
hanya ada kita pada eloknya malam
tanpa ada gema atau gaung
dari manusia pengintip dan
hanya ada saksi bisu
yang sembari menikmati dunia kita
02.07.11
01.23
JR





