Video Operet Semoga Lekas Sembuh 3 -galih dan ratna-

Operet “SEMOGA LEKAS SEMBUH 3 – galih dan ratna - , telah dipentaskan pada bulan Agustus 2012 di Institute Seni Indonesia Denpasar, bercerita tentang kisah klasik percintaan romeo dan juliet milik Indonesia. Selengkapnya...

teater-bali-prodo-imitatio-indra-parusha

Teater Bali dalam Peksiminas 2012

Pekan Seni Mahasiswa Nasional kini digelar kembali di mataram, lombok. Peksiminas ke 11 kali ini Bali mengirim banyak tangkai lomba, termasuk Monolog yang di wakili Indra Parusha. Sayang sekali di Bali tidak Selengkapnya...

tekiber-opening-web

OpereTour “Semoga Lekas Sembuh 2” Teater Kini Berseri

OpereTour adalah tema dari salah satu program Teater Kini Berseri di tahun 2012 yaitu Pentas Operet keliling 3 kota di Bali (Denpasar, Singaraja, Tabanan). Pementasan Operet pertama di pentaskan di Kampus ISI Selengkapnya...

teater-kini-berseri-bali-2

Semoga Lekas Sembuh 2 – putri yang hilang

    Selengkapnya...

kisah-cinta-dan-lain-lain-parade-teater-bali-kini-berseri

Teater Kini Berseri – Kisah Cinta dan Lain-lain – Parade Teater Bali 2011

Wow….. awesome… setelah 3 bulan latihan, akhirnya saat yang di nanti-nanti telah tiba. Dengan segala kekacauan yang ada (ssssttt… sebenernya ini rahasia, tp terpaksa diceritain karena bisikan setan yg maha kuasa). Hmmm.. Selengkapnya...

Category: Drama

Nskah Drama – Dadi Reza Pujiadi – Pengagum Bintang

Lakon

(NOMINATOR)

PENGAGUM BINTANG 

Karya :

Dadi Reza Pujiadi

 

Tokoh :

RAYANI

MARIO

LINDA

PRIA CANGKLONG

SABRON

ABAH

NINI

ATOK

ITEM

SUTRADARA

ANTON

PENJUAL TEROMPET.

TUKANG PEL.

LAKI-LAKI

PEMUDA- PEMUDI

Orang-Orang 

SEBUAH RUANG

Ruangan bercahaya temaram dan berasap (Dominan back light). Back Sound

Samar-samar terdengar lagu House musik. (Mungkin penonton akan

mempunyai kesan bahwa ruang ini adalah bagian ruang lain dari sebuah

diskotik.)

Tiga orang berada di sana terlihat seperti bayangan.

Naskah Drama – Dibawah Bayang-Bayang Pohon Bakau – Wahyudin

 Lakon

DI BAWAH BAYANG-BAYANG POHON BAKAU”

Oleh; Wahyudin – sanggar nuun

DRAMATIC PERSONAE :

 -Marji (suami usia 78 tahun)

-Samiah (istri usia 63 tahun)

-Rahmin (usia 55 tahun)

-Samsani (usia 50 tahun)

- Warga

PAGI HARI DI TEPI LAUT DI DEPAN RUMAH MARJI TAMPAK MEMBERSIHKAN DIRI SETELAH MENANCAPKAN BEBERAPA BATANG POHON BAKAU. BEBERAPA SAAT SAMIAH KELUAR DARI DALAM RUMAH.

 SAMIAH 

Sudah pulang rupanya kau Marji?! Berapa banyak batang bakau yang kau tancapkan pagi ini?

 

MARJI 

Ya Lumayan.

 

SAMIAH 

Lumayan, berapa tepatnya?

 

MARJI 

Ya lumayan, cukup! Cukup banyak.

 

SAMIAH 

Yang aku tanyakan jumlahnya, Marji. Tepatnya berapa?

Nakah Monolog – Putu Wijaya – ZETAN

Lakon

ZETAN

Karya PUTU WIJAYA

—————————————————————————————————————————————————–

AWAL

 

 

PENTAS DIBAGI DALAM BEBERAPA BAGIAN. DAERAH PENTAS UTAMA. PENTAS DEPAN DI KANAN. PENTAS DEPAN DI KIRI. PENTAS DEPAN DI DEPAN PENTAS UTAMA YANG LETAKNYA LEBIH RENDAH DENGAN SEBUAH LUBANG BESAR DI SAMPINGNYA.

LAMPU TERPUSAT KE TITIK-TITIK PEMAIN. MENYALA/PADAM DENGAN CEPAT TANPA MEMPEDULIKAN KEWAJARAN, SESUAI DENGAN CERITA YANG MELOMPAT DARI KE JADIAN KE JADIAN.

Naskah Drama SUMUR TANPA DASAR – Arifin C. Noor

SUMUR TANPA DASAR

Karya Arifin C. Noer

Sumur Tanpa Dasar

@Arifin C. Noer

No. 106/89

Kulit Muka: S. Prinka

Penerbit PT. Pustaka Utama Grafiti

Kelapa Gading Boulevard TN 2 No. 14-15

Jakarta 14240

Anggota IKAPI

Cetakan Pertama. 1989

Percetakan PT. Temprint, Jakarta

 

 

Catatan:

 

Publikasi naskah ini dimaksudkan sebagai upaya penyediaan naskah drama dan sebagai bahan referensi pembelajaran bagi individu atau kelompok-kelompok teater yang membutuhkannya.

Disarankan bagi siapa saja yang memiliki cukup akses, agar membeli buku terkait. Itupun dalam upaya membantu pengarang dan keluarganya. Kekayaan hak intelektual naskah ini tetap ada pada pengarangnya.

Dan dimohon bagi pengunduh naskah ini untuk tidak menghapus catatan ini, sebagai bukti pertanggung jawaban saya sebagai pihak yang mengetik ulang.

Terima kasih.

Lee Birkin

 

 

PENGANTAR

 

LAKON INI DITULIS, DISUTRADARI DAN DIPENTASKAN PERTAMA KALI OLEH ARIFIN C NOER, DI BAWAH BENDERA TEATER MUSLIM. PADA TAHUN 1971, LAKON INI KEMBALI DISUTRADARAI DAN DIPENTASKAN ARIFIN C. NOER, DI TIM JAKARTA, DI BAWAH BENDERA TEATER KETJIL.

Copyright © 2010 tekiber
All Rights ReservedAll right reserver 2010 |maintenance by indra parusha | supported by:hosting murah